Siroh Nabawi

MADINAH MENYIMPAN KERINDUAN YANG TIDAK BERKESUDAHAN

12 October 2026
Muchlis
MADINAH MENYIMPAN KERINDUAN YANG TIDAK BERKESUDAHAN

EPISODE 1 — TIANG USWANAH ‘AISYAH

Sebuah Tiang, Sejuta Kerinduan

Ditulis oleh: Hang Hafidz Syahril, S.Sy., Ch.Cht., C.Neg.

Ada tempat yang kita kunjungi hanya untuk melihat keindahan. Namun, ada pula tempat yang kita datangi untuk menemukan kembali bagian hati yang tertinggal. Madinah adalah salah satunya. Kota yang menyimpan jejak perjuangan, cinta, dan kerinduan mendalam kepada Rasulullah ﷺ.

Di antara tempat istimewa di Masjid Nabawi, terdapat Tiang Uswanah ‘Aisyah, yang dikenal pula sebagai Ustuwanah ‘Aisyah. Tiang ini memiliki nilai sejarah dalam tradisi dan riwayat yang berkaitan dengan ibadah Rasulullah ﷺ serta penuturan Sayyidah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Di sekitar tiang ini, kenangan tentang kehidupan Rasulullah ﷺ seolah mengajak kita menelusuri kembali jejak seorang Nabi yang mengajarkan cinta, kesabaran, dan penghambaan kepada Allah SWT.

Sebuah Tiang, Sejuta Kerinduan

Bagi mata yang memandang, mungkin ia hanyalah sebuah tiang di antara tiang-tiang Masjid Nabawi. Namun, bagi hati yang merindukan Rasulullah ﷺ, setiap sudut masjid ini menghadirkan makna yang jauh melampaui apa yang terlihat.

Bayangkan, di masjid yang sama, Rasulullah ﷺ pernah berdiri untuk beribadah, bermunajat, dan membimbing umatnya. Dari tempat inilah kita belajar bahwa kemuliaan bukan terletak pada megahnya bangunan, melainkan pada kedekatan hati kepada Allah SWT.

Kerinduan kepada Rasulullah ﷺ semestinya tidak berhenti pada air mata ketika berziarah. Kerinduan itu harus menjelma menjadi akhlak, kejujuran, kasih sayang, dan kesungguhan mengikuti sunnah beliau.

Ketika Rindu Menjadi Jalan Perubahan

Tiang Uswanah ‘Aisyah mengajarkan kita untuk merenungkan satu pertanyaan: Seberapa dekatkah kehidupan kita hari ini dengan teladan Rasulullah ﷺ yang begitu kita cintai?

Jangan sampai kaki kita pernah melangkah ke Madinah, tetapi perilaku kita masih jauh dari akhlak Nabi. Jangan sampai lisan kita bershalawat, tetapi hati kita enggan memaafkan. Jangan sampai kita menangis karena rindu, tetapi lupa memperbaiki diri.

Sebab, bukti cinta yang paling indah bukan hanya keinginan untuk berjumpa, melainkan kesungguhan untuk meneladani.

Madinah akan selalu menyimpan kerinduan yang tidak berkesudahan. Dan selama shalawat masih terucap, semoga cinta kepada Rasulullah ﷺ tetap hidup, membimbing langkah, melembutkan hati, dan mengantarkan kita menjadi umat yang layak memperoleh syafaatnya dengan izin Allah SWT.

*Ya Rasulullah ﷺ, Madinah menyimpan jejakmu, sementara hati kami menyimpan rindu yang tak pernah selesai.*

Bersambung ke Episode 2 — Menelusuri Jejak Kerinduan di Masjid Nabawi.