Pemerintah Arab Saudi resmi memperketat regulasi masa berlaku visa umrah guna mempersiapkan transisi menuju musim haji 1447 H. Langkah ini diambil untuk memastikan pengelolaan arus jemaah di dua kota suci, Makkah dan Madinah, berjalan lebih tertib dan efisien.
Melansir dari Gulf News, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menetapkan bahwa seluruh jemaah umrah wajib meninggalkan wilayah Kerajaan paling lambat pada 18 April 2026. Pengetatan jadwal ini berfungsi sebagai batas waktu (cut-off) agar otoritas setempat dapat memfokuskan layanan sepenuhnya bagi jemaah calon haji yang akan segera berdatangan.
Sanksi Tegas bagi Pelanggar
Otoritas Saudi tidak main-main dalam menegakkan aturan ini. Bagi jemaah yang kedapatan melebihi batas waktu tinggal (overstay), sanksi berat telah menanti, meliputi:
- Denda finansial yang besar.
- Hukuman penjara.
- Deportasi serta pencekalan masuk kembali ke Arab Saudi di masa depan.
Pemerintah juga memberikan peringatan keras kepada warga lokal maupun ekspatriat agar tidak memberikan perlindungan bagi pelanggar visa. Perusahaan penyedia layanan umrah pun diwajibkan untuk segera melaporkan jemaah yang tidak kembali sesuai jadwal, atau mereka sendiri yang akan menanggung konsekuensi hukum dan denda administratif.
Perubahan Masa Berlaku Visa
Salah satu poin krusial dalam aturan baru ini adalah pemangkasan masa berlaku visa masuk. Jika sebelumnya visa berlaku hingga tiga bulan setelah diterbitkan, kini dipangkas menjadi hanya satu bulan (30 hari). Artinya, jika pemegang visa tidak memasuki wilayah Arab Saudi dalam waktu 30 hari sejak visa keluar, dokumen tersebut akan otomatis hangus.
Meski demikian, jemaah yang sudah tiba di Arab Saudi tetap diberikan durasi tinggal maksimal hingga tiga bulan, selama tidak melewati batas akhir kepulangan massal pada 18 April tersebut.
"Kebijakan ini merupakan langkah antisipatif untuk menangani lonjakan jumlah jemaah yang luar biasa musim ini, sekaligus memastikan kenyamanan di tengah cuaca yang mulai sejuk," ujar Ahmed Bajaeifer, Penasihat Komite Nasional untuk Umrah dan Ziarah.
Rekor Penerbitan Visa
Berdasarkan data dari Saudi Gazette, musim umrah kali ini mencetak rekor baru dengan lebih dari empat juta visa yang telah diterbitkan sejak Juni lalu. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang memicu pemerintah untuk lebih responsif dalam mengatur kepadatan di Tanah Suci.
Sebagai bagian dari protokol baru, jemaah juga sangat disarankan untuk tiba di bandara keberangkatan minimal empat jam lebih awal guna menghindari antrean panjang saat proses check-in dan imigrasi.
Bagi yang mau umroh dalam waktu dekat, bisa berangkat di awal musim. Berikut paket umroh dari Raykha Tour & Travel
Keberangkatan 24 Juni 2026
Bagi yang mau umroh dalam waktu dekat, bisa berangkat di awal musim. Berikut paket umroh dari Raykha Tour & Travel
Keberangkatan 24 Juni 2026
PROMO